TUGAS ENTREPRENEURSHIP
“LAPIS TALAS BOGOR”
DI
SUSUN OLEH :
1.
MOCH. S. ANGGA SANJAYA
2.
ANGGI SEPTIANA
3.
THALIA DEVEGA TIRES
4.
RIAN ADI PUTRA
5.
BUDI RAHMAN PURBA
KELAS : 12.1F.13
MANAJEMEN INFORMATIKA
BINA SARANA INFORMATIKA BOGOR
2014
2014
LEMBAR PENILAIAN
“LAPIS TALAS BOGOR”
12.1F.13
|
NO.
|
NAMA
|
NIM
|
NILAI
|
|
1.
|
MOCHAMAD SETYA ANGGA SANJAYA
|
12147286
|
|
|
2.
|
ANGGI SEPTIANA
|
12147193
|
|
|
3.
|
THALIA DEVEGA TIRES
|
12146877
|
|
|
4.
|
RIAN ADI PUTRA
|
12147326
|
|
|
5.
|
BUDI RAHMAN PURBA
|
12147553
|
|
BOGOR, 2014
DOSEN
AHMAD SEHU
DAFTAR ISI
Lembar Penilaian......……………………………………………………………………………....2
Daftar isi…………………………………………………………………………………………….3
BAB I
1.Pembukaan
1.1 pendahuluan……………………………………………………………….....4
1.1 pendahuluan……………………………………………………………….....4
1.2 latar belakang………………………........…………………………………...5
1.2 visi dan misi.............................................................................................5
BAB II
2. Pembahasan
2.1 sejarah usaha………………………………………………………...……....6
2.2 analisa peluang usaha……................…………….……………………..….6
2.3 permodalan……………………………………………………………….......7
2.4 produksi usaha………………………………………………………....…….10
2.5 pemasaran.………………………………………..………...........................12
2.6 profil tenaga
usaha/pengelola……………………………………………….13
2.7 permasaalahan
usaha……………………………………………….............14
2.8 upaya penyelesaian
masalah……………………......................................15
2.9 kemungkinan
pengembangan usaha dimasa depan................................16
BAB III
3. Penutup
3.1
Kesimpulan……………………………………………………………………17
3.2
saran-saran……………………………………………………………………17
Daftar Pustaka………………………………………………………………………………………18
BAB I
1.PENDAHULUAN
Tujuan
pembuatan proposal bisnis ini adalah salah
satu syarat untuk mendapat nilai UAS (Ujian
Akhir Semester) mata kuliah “Entrepreneruship” di
AMIK BSI Bogor. Sebagai bahan penulisan, diambil
dari proses observasi, dan wawancara serta
beberapa narasumber yang mendukung pembuatan
proposal ini. Kami menyadari tanpa
kerjasama yang baik dan dukungan semua
pihak, maka pembuatan proposal ini tidak
akan berjalan dengan lancar.
Penyusunan
tugas entrepreneurship dari penyusunan
usaha atau riset keadaan usaha
berdasarkan observasi adalah menganalisis aspek
aspek yang berhubungan dengan pengelolaan
sebuah usaha dan untuk memenuhi nilai
tugas yang kelompok kami buat dalam
melakukan observasi agar mendapatkan nilai
UAS (Ujian Akhir Semester ).
Membuka peluang
bisnis adalah impian yang terfikirkan oleh
setiap orang untuk mendapatkan untung
yang sebesar – besarnya , namun terkadang banyak yang
masih takut untuk memulainya. Selain itu dengan membuka usaha
sendiri kita tidak hanya membantu kehidupan kita tetapi juga membantu orang
lain dengan memberi peluang kerja. Karena itu kami turut mendukung niat Anda
untuk membuka peluang usaha.
1.1
LATAR BELAKANG
Sudah sejak dahulu, talas dikenal
sebagai salah satu oleh-oleh khas dari Kota Bogor dalam bentuk mentahan dan
terdiri dari beberapa buah dalam seikat. Namun kini, talas yang cukup identik
dengan makanan khas pedesaan sudah mulai dikembangkan ke dalam beberapa olahan
yang dapat meningkatkan nilai jual dan cita rasa berbeda dari talas. Sekarang
talas diolah menjadi kue lapis yang terkenal dengan sebutan Lapis Bogor. Meskipun menggunakan bahan
dasar talas, tapi tekstur kuenya cukup lembut dengan aroma yang khas serta
memiliki banyak varian rasa.
Dewasa ini Talas Bogor sudah mulai menjadi salah satu oleh-oleh khas Bogor
yang cukup digemari, meskipun namanya belum terlalu dikenal khalayak ramai.
Karena dalam proses pembuatannya tanpa menggunakan bahan pengawet, lapis talas
ini hanya bisa bertahan hingga 4hari dan bisa mencapai 7 hari kalau dimasukkan
ke dalam kulkas. Sehingga cukup aman untuk dibawa ke luar kota sebagai
oleh-oleh untuk keluarga tercinta ataupun sahabat. Dengan tekstur kue yang
lembut, rasa dan aroma yang khas, kemasan serta bentuknya yang cukup cantik dan
menarik menambah poin tersendiri untuk memilih Lapis Bogor ini sebagai
oleh-oleh.
1.2
VISI
Menjadikan kue Lapis Talas Bogor sebagai
makanan tradisonal khas Indonesia yang mampu menembus pasaran dunia
MISI
- Membuat Lapis
talas Bogor yang memiliki aneka rasa
- Memasarkan Lapis
talas Bogor di pasar tradisional maupun pasar modern
- Mendirikan
usaha wisata kuliner kue khas Indonesia
BAB II
2. PEMBAHASAN
2.1 SEJARAH USAHA
Lapis Talas ‘WAKWAW’
adalah usaha kecil yang dibentuk oleh 5 orang mahasiawa AMIK BSI Bogor pada
bulan oktober 2014, dengan tujuan untuk memenuhi ketentuan UAS (ujian akhir
semester). Dan untuk memupuk jiwa berwirausaha dalam diri masing-masing,
sehingga nantinya usaha Lapis Talas Bogor ini bukan hanya menjadi usaha kecil
namun bisa menjadi usaha besar.
Awalnya kami masih sangat ragu untuk
membuka usaha ini, namun dengan niat serta tekat yang kuat, serta melakukan
observasi di tempat-tepat usaha Lapis talas yang lain yang dengan berbaik hati
membagi ilmunya pada kami, dan bimbingan dari bapak dosen selama ini akhirnya
terbentuklah usaha Lapis Talas WAKWAW.
2.2 ANALISA PELUANG USAHA
Setiap kegiatan untuk memulai usaha, maka hal yang
harus dilakukan terlebih dahulu adalah mengukur kemampuan terhadap lingkungan
atau pesaing, yaitu melalui analisis SWOT:
1. Strenght (Kekuatan)
Kekuatan dari produk ini adalah:
- Menjual produk untuk semua kalangan masyarakat.
- 1 (satu) produk terdiri dari beraneka rasa dan bentuk.
- Bahan produk yang terjamin dan higienis.
1. Strenght (Kekuatan)
Kekuatan dari produk ini adalah:
- Menjual produk untuk semua kalangan masyarakat.
- 1 (satu) produk terdiri dari beraneka rasa dan bentuk.
- Bahan produk yang terjamin dan higienis.
2. Weakness (Kelemahan)
Kelemahan dari produk ini adalah:
- Produknya mudah ditiru.
Kelemahan dari produk ini adalah:
- Produknya mudah ditiru.
-
Tidak tahan lama.
3. Opportunity (Peluang)
- Dengan tetap manjaga mutu dan
kualitas produk, kami yakin kami dapat bersaing
walaupun harus bersaing dengan usaha berskala nasional yang akan muncul di kemudian
hari.
walaupun harus bersaing dengan usaha berskala nasional yang akan muncul di kemudian
hari.
4. Threath (Ancaman)
- Adanya pesaing yang menjual produk dengan harga yang lebih murah
-
Pesaing yang lebih banyak varian rasa
2.3 PERMODALAN
Karena usaha ini awal mulanya dari pemikiran mahasiswa, maka prioritas
produksinya tidaklah terlalu besar, sehingga modal yang diperlukan tidak
terlalu besar pula.
Adapun anggaran biaya yang di perlukan adalah:
PERHITUNGAN MODAL DAN HARGA JUAL
1. Modal
: Rp. 5.000.000
Bahan untuk 1
kemasan :
·
100 gram tepung talas Rp.750
·
100 gram tepung terigu Rp.800
·
50 gram susu bubuk Rp.1000
·
150 gram gula pasir Rp.1750
·
4 butir telur Rp.4000
·
175 gram ( dilelehkan ) margarine Rp.2000
·
1 sendok teh baking powder Rp.300
·
1/2 sendok teh sari pati talas Rp.400
·
100 gram butter cream Rp.1000
·
100 gram keju parut Rp.4000
Rp.16.000
Alat
:
1.
Oven Rp.200.000
2.
Kompor Rp.200.000
3.
Mixer Rp.250.000
4.
Baskom Rp.15.000
5.
Cetakkan kue Rp.20.000
6.
Parutan Keju Rp.5000
7.
Kemasan (1 unit) Rp.400
Rp.690.400
-
Bahan baku tambahan (gas) Rp. 150.000
Bahan
baku + Peralatan + Bahan baku tambahan =
16.000 + 690.400 + 150.000 = Rp.856.400
-
Biaya Produksi/bulan
Harga/kemasan
* 26 hari
16.000
* 26 (hari) = 416.000
2. Harga Jual
Harga Jual: Rp 25.000 x 20 Kemasan = Rp. 500.000
Harga Pokok Produk per kemasan:
Harga beli bahan baku Rp.16.000
Harga
beli bahan
tambahan Rp.
5000
Rp 21.000
Jumlah Hpp: Rp. 21.000 x 20 kemasan = Rp 420.000
Rp 21.000
Jumlah Hpp: Rp. 21.000 x 20 kemasan = Rp 420.000
Perhitungan
Rugi Laba
Pendapatan dari
penjualan Rp. 500.000
Harga Pokok
Penjualan Rp. 420.000
Laba
Kotor
Rp. 80.000
Biaya
penjualan:
Biaya transportasi Rp. 15.000
Biaya lainnya Rp. 10.000
---------------
Rp. 25.000
Biaya transportasi Rp. 15.000
Biaya lainnya Rp. 10.000
---------------
Rp. 25.000
Laba bersih Rp. 55.000
Perhitungan margin keuntungan
=
Rp.55.000
Rp.55.000
----------------
x 100% = 11% per hari.
Rp.500.000
Rp.500.000
Analisis
Keuntungan :
Pendapatan
per bulan :
Omzet Rp.500.000 x 26 hari = Rp. 13.000.000
Omzet Rp.500.000 x 26 hari = Rp. 13.000.000
Biaya produksi/bulan Rp.420.000 x 26 Hari = Rp.10.920.000
Keuntungan
bersih per bulan :
(Rp 13.000.000 – Rp.10.920.000) = Rp.2.080.000
(Rp 13.000.000 – Rp.10.920.000) = Rp.2.080.000
2.4 PRODUKSI USAHA
A.GAMBARAN USAHA
Usaha yang kami buat ini termasuk dalam kelompok usaha kecil, yang masih
mengandalkan kekuatan pribadi masing-masing kami. Dalam hal ini usaha yang kami
buat ini diproduksi disalah satu rumah teman kami didaerah Bogor setelah proses
pembuatan lapis talas sudah selesai kami siap berjualan dengan cara door to
door, ataupun ada yang berjualan disekolah-sekolah, terminal bus, stasion
kereta, dan tempat-tempat yang tentunya banyak konsumen. Kami juga siap untuk
pesanan pesan-antar asal didaerah yang masih dapat kami jangkau dengan sepeda
motor, atau berjalan kaki. Cara pemesanannya bisa langsung menghubungi kami
melalui telepon,BBM,ataupun sosial media lainnya. Itulah awal dari usaha kami
ini, semoga kedepannya kami bisa membuka outlet sendiri.
B. GAMBARAN PRODUK
Produk usaha yang dikembangkan dari talas ini, merupakan salah satu kue
khas bogor yang begitu enak dan nikmat, oleh karena itu produk yang kami
hasilkan ini dikemas dalam kemasan yang bersih dan higenist. Keunggulan produk
kami dengan produk-produk yang lain mungkin baru kami mahasiswa yang
memproduksi kue khas Bogor ini sehingga membuat orang-orang disekitar kami
penansaran ingin mencoba apakah produk yang kami hasilkan benar-benar terjamin
rasa dan kualitasnya. Selain itu dalam membuat produk ini kami tidak
mencapurkan satupun bahan kimia yang berbahaya, semuanya aman dan terkendali
dalam masyarakat.
C. METODOLOGI PELAKSANAAN PRODUKSI
a. Lokasi Produksi
Pada tahap awal produksi dilaksanakan di salah satu rumah kontrakan
mahasiswa pendiri yang terletak di Desa Babakan,
Kecamatan Darmaga Kabupaten Bogor.
b.Proses
Produksi
Bahan :
·
100 gram tepung talas
·
100 gram tepung terigu
·
50 gram susu bubuk
·
150 gram gula pasir
·
4 butir telur
·
175 gram ( dilelehkan ) margarine
·
1 sendok teh baking powder
·
1/2 sendok teh sari pati talas
·
100 gram butter cream
·
100 gram keju parut
Cara Membuat :
1. Pertama-tama sari pati talas , terigu ,
susu bubuk dan baking powder , kemudian di ayak lalu sisihkan .
2. Kemudian kocok telur bersama gula pasir
kurang lebih sekitar 15 menit hingga putih dan mengembang . kemudian tambahkan
ayakan bahan-bahan tepung tadi sedikit demi sedikit sambil di aduk-aduk hingga
merata . tambahkan margarin , lalu aduk-aduk lagi hingga rata .
3. Selanjutnya siapkan loyang ukuran 25 x
10 , lalu alasi dengan kertas roti dan olesi dengan margarine , tuangkan adonan
lapis talas ke dalam loyang 1/4 tinggi loyang . kemudian di kukus selama kurang
lebih 15 menit sampai adonan setengah matang .
4. Masukkan tepung talas ke dalam sisa
adonan tadi aduk hingga rata , Lalu adonan di masukan ke dalam loyang yang
berisi lapisan pertama . kukus lagi hingga sekitar 30 menit atau sampai matang
, angkat lalu dinginkan .
5. Terakhir olesi permukaan kue lapis talas
bogor dengan butter cream hingga rata , lalu taburi dengan keju parut , lapis
bogor siap dinikmati , selesai .
2.5 PEMASARAN
a.RUANG LINGKUP USAHA
Ruang lingkup di sini
adalah menentukan jenis usaha dan mengelola administrasi usaha. Menganalisis
aspek-aspek yang berhubungan dengan pengelolaan sebuah usaha akan membuat kita
makin efektif menetapkan diri sebagai calon wirausahawan. Dengan
mengobservasi sebuah usaha kita akan mengetahui cara-cara pembuatan
usaha kecil sampai pada cara mengelolanya. Dengan adanya kegiatan atau
observasi ini kita dapat mengetahui bagaimana mendirikan sebuah usaha sederhana
.
Dewasa ini Talas Bogor sudah mulai
menjadi salah satu oleh-oleh khas Bogor yang cukup digemari oleh banyak
kalangan. Karena dalam proses pembuatannya tanpa menggunakan bahan pengawet,
lapis talas ini hanya bisa bertahan hingga 4hari dan bisa mencapai 7 hari kalau
dimasukkan ke dalam kulkas. Sehingga cukup aman untuk dibawa ke luar kota
sebagai oleh-oleh untuk keluarga tercinta ataupun sahabat. Dengan tekstur kue
yang lembut, rasa dan aroma yang khas, kemasan serta bentuknya yang cukup
cantik dan menarik menambah poin tersendiri untuk memilih Lapis Bogor ini
sebagai oleh-oleh.
Dan dari usaha inilah
kami dapat mengetahui cara berdagang dan prosesnya. Modal yang dikeluarkan pun
tidak begitu banyak, namun keuntungan yang diperoleh lebih dari cukup dari
modal yang dikeluarkan. Lapis talas bogor ini lumayan cukup banyak di buru konsumen. Namun,
Setiap usaha pasti akan atau pernah mengalami rugi atau kegagalan.Usaha
seperti ini pun tidak lepas dari hal tersebut.
Tapi bagi yang ingin
mencoba berwirausaha ini ,jangan takut akan hal tersebut. Karena kegagalan
adalah suatu keberhasilan yang tertunda.Di zaman yang sulit memperoleh lapangan
pekerjaan ,banyak orang yang berfikir untuk memulai berbisnis.Jadi jangan takut
untuk berbisnis dan memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya.
2.6
PROFIL TENAGA KERJA/PENGELOLA USAHA
1.
Nama : MOCHAMAD SETYA ANGGA
SANJAYA
NIM : 12147286
Alamat : BOGOR
2.
Nama : ANGGI SEPTIANA
NIM :
12147193
Alamat : BOGOR
3.
Nama :
THALIA DEVEGA TIRES
NIM : 12146877
Alamat : BOGOR
4.
Nama : RIAN ADI PUTRA
NIM : 12147326
Alamat : BOGOR
5.
Nama : BUDI RAHMAN PURBA
NIM : 12147553
Alamat : BOGOR
2.7 PERMASALAHAN USAHA
Dalam
berwirausaha kita akan menghadapi begitu
banyak permasalahan, begitu pun dari usaha yang kelompok kami yang cukup banyak
menghadapi permasalahan. Seperti :
-
Apa nama usaha yang kita buat?
-
Bagaimana cara kita berjualan?
-
Kapan kita mulai terjun ke lapangan?
-
Kapan kita selesai berjualan?
-
Berapa modal yang di butuhkan?
-
Apa saja alat yang di butuhkan?
-
Bagaimana cara membuat kue lapis talas Bogor tersebut?
-
Di mana tempat yang pas untuk usaha yang
kita jalani?
-
Apa saja varian rasa yang akan kita campurkan dalam
kue yang kita buat ?
-
Kapan usaha yang kita buat akan di mulai?
-
Apa yang membedakan usaha kita dengan usaha kue lapis
talas yang lain
2.8 UPAYA PENYELESAIAN MASALAH
Untuk memecahkan semua masalah yang muncul,kami
berfikir bersama untuk mencari kesepakatan bersama dalam merumuskan
permasalahan tersebut,kami saling bertukar pendapat untuk meluruskan masalah
yang ada ,di antaranya :
·
Untuk nama ,kita melihat dari
pengalaman saya bermula dari awal menyicipi lapis talas Bogor, dan
rasa nya enak sehingga di antara kita ada yang bilang “waw”jadi di namakan
Lapis Talas WAKWAW.
·
Cara kita berjualan sesuai dengan petunjuk yang
diberikan, kami akan memulainya dengan cara door to door, dengan menggunakan
kendaraan maupun berjalan kaki.
·
kita mulai terjun kelapangan kalau sudah selesai
membuat lapis talas, kira-kira sekitar jam 15.00 WIB atau sebagaimana
selesainya proses pembuatan.
·
Selesai berjualan kita sekitar jam 21.00 WIB atau kalo
sudah habis,kalau tidak habis sekitar jam 21.00 kita bagi-bagikan ke orang
sekitar atau d bawa pulang untuk di makan.
·
Modal yang kita butuh kan sekitar 500.000 s/d 1.000.000
bagaimana dengan belanjaan yang di butuhkan tentunya dikumpul dari setiap
anggota kelompok.
·
Alat yang kita butuhkan antara lain, kompor, oven,
baskom, mixer, cetakan kue, parutan keju.
·
Cara membuat Lapis Talas Bogor bisa kita dapatkan di
internet ataupun langsung bertanya pada orang yang berpengalaman membuat lapis
talas.
·
Kita akan berjualan ditempat-tempat yang rame,
seperti di sekolah-sekolah, perumahan, stasiun, dan halte bus.
·
Sempat berfikir untuk varian lapis talas tersebut,awalnya
rasa original,lalu bermunculan ide-ide kreatif dari kita,sehingga muncul rasa
greentea dan durian.
·
Untuk memulai kapan kita mulai mengerjakan usaha
itu ,kita melihat agenda kita,apakah ada waktu kosong atau tidak,kalau ada
waktu kosong kita bisa memulai nya,kalau ada hambatan bisa-bisa usaha bisa
gagal dan tidak akan benar pengerjaan nya
2.9 KEMUNGKINAN
PENGEMBANGAN USAHA DI MASA DEPAN
Untuk kedepannya kami ingin sekali mengembangkan usaha ini sampai memiliki
outlet sendiri dan bisa bersaing dengan produk-produk yang lain. Karena lapis
talas ini adalah makanan khas Bogor pastinya untuk kedepannya para konsumen
pasti tetap akan mencari kue ini karena rasanya yang khas serta enak. Dan untuk
kedepannya kami ingin membuat lebih banyak lagi varian rasa baru.
BAB III
3.1 KESIMPULAN
Kesimpulan bahwa agar
produk yang kita pasarkan dapat diterima oleh semua kalangan, baik dalam negeri
maupun luar negeri maka kita harus :
-
Membuat produk yang bermanfaat, berkualitas dan laku dijual
dengan harga bersaing;
- Membuat desain yang baru dan harga terjangkau;
- Membuat produk lebih cepat dan lebih murah;
- Memilih dan menentukan wilayah pemasaran yang menguntungkan.
- Membuat desain yang baru dan harga terjangkau;
- Membuat produk lebih cepat dan lebih murah;
- Memilih dan menentukan wilayah pemasaran yang menguntungkan.
3.2
SARAN-SARAN
Jangan takut untuk
mencoba dalam hal kebaikan, karena itu adalah langkah utama untuk menuntun kita
kepada kesuksesan , jangan takut untuk mencoba menambah varian isi lain, kalau
menurut hati kita benar- benar pas atau tepat untuk di jajarkan, cobalah !
Tidak ada salahnya untuk mencoba dalam hal yang menurut kita baik.
DAFTAR PUSTAKA
ü wikipedia.org/wiki/Talas
ü asrof.pun.bz/contoh-proposal-usaha-makanan.xhtm
Komentar
Posting Komentar